,

Tingkatkan Meter Syukur, Turunkan Meter Membandingkan

Apabila membicarakan soal takdir, kita seringkali terpedaya dalam persepsi sendiri dan meletakkan diri kita dalam kerangka tidak mampu mengubah apa-apa lalu kita sendiri memilih memenjara diri antara menerima dan kaku tidak berbuat apa-apa.

Sedangkan perihal menerima suratan Tuhan itu jauh bezanya dengan menghanyutkan diri ke dalam arus, membiarkan takdir membawa kita ke mana pun.

Ya benar, kita tidak mampu mengubah apa yang telah Tuhan takdirkan berlaku kepada kita. Namun dalam meniti titian takdir, kita mampu membentuk cara penerimaan kita dalam berhadapan dengannya.

Tentu sekali sukar untuk kita sebagai hamba Allah yang lemah ini untuk terus ikhlas dalam menerima sesuatu yang tidak kita sukai.

Tetapi begitulah cara Allah mendidik hamba-hambanya dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana’ ini.

Walau bagaimanapun, tidaklah menjadi rahsia lagi bahawa menjadi insan yang menghargai apa yang kita ada sekarang adalah antara kunci untuk bahagia.

Jadi, kunci inilah yang seharusnya kita genggam kemas tatkala kita dihadiahkan oleh Tuhan sesuatu yang tidak kita sukai seperti sebuah kehilangan.

Benar, kehilangan juga merupakan suatu pemberian dari Tuhan. Tidaklah hanya yang berupa nikmat sahaja yang patut kita syukuri melainkan apa jua yang mendekatkan kita denganNya termasuklah sesuatu yang berbungkus dalam bentuk musibah.

Ternyata, hakikat hidup di dunia ini adalah untuk diduga, tidaklah ia hanya disirami bahagia melainkan turut disulami dengan duka dan air mata.

Justeru, mengakui yang kita ini hamba Allah yang lemah, tidak berkuasa menentukan takdir, seharusnya kita mengelakkan diri dari menghitung-hitung apa yang diambil Tuhan dan membandingkannya dengan nikmat-nikmat yang diperolehi hamba-hamba yang lain.

Yakinlah yang Allah tidak akan mengambil sesuatu dari hambanya melainkan akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik pula.

Allah SWT telah berfirman di dalam Surah Ibrahim, ayat ke-7, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Yakinlah dengan ayat ini teman-teman. Yakinlah dengan janji Tuhan kita.

Oleh itu, apabila kita melihat ada hamba-hamba Allah yang peroleh nikmat, kita hanya mampu melihat apa yang terzahir.

Kita tidak tahu apa yang telah Allah ambil dari mereka sebelum dikurniakan nikmat tersebut. Maka, bersyukurlah.

Renungkanlah firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl, ayat 78, “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

Hakikatnya kita semua sebagai hamba, tidak punyai apa-apa teman-teman. Allahlah yang telah memuliakan kita, memberi kepada kita semua yang kita peroleh sekarang.

Maka, hargailah apa yang kita ada sekarang sebelum nikmat yang itu pula Allah ambil kembali. Sesungguhnya apa yang ada di dunia ni semuanya tidak kekal melainkan Hanya Allah.

Untuk itu, marilah kita bersama-sama tingkatkan meter syukur, turunkan meter membandingkan. Semoga kita lebih bahagia.

Sekian. Semoga bermanfaat.

 

Maklumat Penulis

Artikel ini ditulis oleh Nurul Shakinah (Ummu Hannan).

Berminat menulis artikel? Anda inginkan supaya hasil penulisan anda diterbitkan dalam website iluvislam? Klik sini.

What do you think?

4 points
Upvote Downvote

Total votes: 8

Upvotes: 6

Upvotes percentage: 75.000000%

Downvotes: 2

Downvotes percentage: 25.000000%