,

Nabi Isa Yang Masih Bayi Mampu Berkata-Kata Dengan Izin Allah Bagi Menolak Segala Fitnah Kepada Ibunya

Mukjizat Nabi Isa AS

Besar ujian yang dihadapi Maryam. Sedangkan Maryam telah dikenali sebagai wanita ahli ibadah, daripada keturunan yang baik, tiba-tiba mengandung pula dengan izin Allah tanpa disentuh mana-mana lelaki.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَأَجَآءَهَا ٱلۡمَخَاضُ إِلَىٰ جِذۡعِ ٱلنَّخۡلَةِ قَالَتۡ يَٰلَيۡتَنِي مِتُّ قَبۡلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسۡيٗا مَّنسِيّٗا فَنَادَىٰهَا مِن تَحۡتِهَآ أَلَّا تَحۡزَنِي قَدۡ جَعَلَ رَبُّكِ تَحۡتَكِ سَرِيّٗا وَهُزِّيٓ إِلَيۡكِ بِجِذۡعِ ٱلنَّخۡلَةِ تُسَٰقِطۡ عَلَيۡكِ رُطَبٗا جَنِيّٗا فَكُلِي وَٱشۡرَبِي وَقَرِّي عَيۡنٗاۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ ٱلۡبَشَرِ أَحَدٗا فَقُولِيٓ إِنِّي نَذَرۡتُ لِلرَّحۡمَٰنِ صَوۡمٗا فَلَنۡ أُكَلِّمَ ٱلۡيَوۡمَ إِنسِيّٗا

Kemudian rasa sakit untuk bersalin memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata: “Betapa baiknya jika aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.”

Maka dia (Malaikat Jibril) berseru kepadanya daripada tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.”

Dan goncangkan pangkal pohon kurma itu ke arahmu, nescaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”

“Maka makanlah, minumlah dan tenteramkanlah hatimu. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan sesiapa pun pada hari ini.”

(Surah Maryam 19:23-26)

Setelah Maryam melahirkan Nabi Isa, sudah pasti orang di sekeliling akan tertanya-tanya, siapa bayi tersebut, kan?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَأَتَتۡ بِهِۦ قَوۡمَهَا تَحۡمِلُهُۥۖ قَالُواْ يَٰمَرۡيَمُ لَقَدۡ جِئۡتِ شَيۡـٔٗا فَرِيّٗا يَٰأُخۡتَ هَٰرُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ ٱمۡرَأَ سَوۡءٖ وَمَا كَانَتۡ أُمُّكِ بَغِيّٗا فَأَشَارَتۡ إِلَيۡهِۖ قَالُواْ كَيۡفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِي ٱلۡمَهۡدِ صَبِيّٗا قَالَ إِنِّي عَبۡدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِيَ ٱلۡكِتَٰبَ وَجَعَلَنِي نَبِيّٗا وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيۡنَ مَا كُنتُ وَأَوۡصَٰنِي بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمۡتُ حَيّٗا وَبَرَّا بِوَٰلِدَتِي وَلَمۡ يَجۡعَلۡنِي جَبَّارٗا شَقِيّٗا وَٱلسَّلَٰمُ عَلَيَّ يَوۡمَ وُلِدتُّ وَيَوۡمَ أَمُوتُ وَيَوۡمَ أُبۡعَثُ حَيّٗا

Kemudian dia (Maryam) membawa bayi itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Maka kaumnya berkata: “Wahai Maryam! Sesungguhnya, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.”

“Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang penzina.”

“Maka dia (Maryam) menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, “Bagaimana kami hendak berbicara dengan anak kecil yang masih dalam buaian?”

Dia (Nabi Isa) berkata: “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.”

Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana sahaja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan solat dan menunaikan zakat selama aku hidup.”

“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

(Surah Maryam 19:27-33)

Dengan kekuasaan Allah, maka Nabi Isa yang masih bayi pada ketika itu mampu berbicara untuk menyangkal fitnah-fitnah daripada masyarakat sekeliling terhadap ibunya, Maryam.

Nota kaki : Artikel ini ditulis oleh Aizuddin Hamid. Layari https://t.me/aizuddinhamiid untuk perkongsian bermanfaat.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%