,

Bersahabat Biar Lillahi Taala

Bersahabat biar Lillahi Taala, till Jannah, ukhuwah hingga akhirnya, kata-kata seperti ini sering kita baca di media-media sosial, dan mungkin juga kita yang pernah menulis caption di Instagram dikepil bersama gambar swafoto bersama sahabat handai.

Kata-kata tersebut amat mudah untuk diungkap, dan cukup senang untuk ditulis, tetapi apa pula bila mahu dipratikkan?

Jika mudah, saya ucapkan tahniah kepada kalian, jika tidak? Jom sama- sama kita rungkai, tips untuk bersahabat kerana Allah SWT.

Pertama, tajdid niat kita apabila kita berjumpa sahabat kita, katakan pada diri, sesungguhnya aku bersahabat dengannya keranamu Ya Allah.

Niat amat penting dalam hidup seorang mukmin, seperti hadith: Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaaburi).

Apabila kita berniat baik di dalam persahabatan, insyaAllah, perkara seperti buruk sangka, dengki dengan sahabat akan dapat didhindari.

Dengan redha Allah, persahabatan kita juga akan diberkati dan diberikan pahala kerana dikira amal ibadat.

Di dalam persahabatanlah terjalinnya ukhuwah yang perlu dipegang erat. Umat Islam akan lebih kuat ketika bersatu dan bersama dalam menggerakkan dakwah Islamiah.

Tips kedua, sentiasa mendoakan sahabat kita, daripada Abu Darda’ r.a: Rasulullah s.a.w telah bersabda: “Doa seorang muslim kepada saudaranya yang muslim tanpa diketahui olehnya adalah mustajab, (ketika berdo’a) akan ada didekatnya seorang malaikat muwakkal (pesuruh) setiap ia berdoa untuk saudaranya itu dengan sesuatu kebaikan (malaikat itu) akan berkata: Amin! Dan bagi engkau kebaikan yang sama”. (Hadis diriwayatkan oleh Muslim).

Apabila kita mendoakan, sudah semestinya kita akan berasa bersyukur bukan kerana kita percaya Allah akan memberikan sahabat kita kebaikan dan juga sekaligus untuk diri kita sendiri.

Jadi, aktiviti memakan daging saudara sendiri akan kita jauhi dan akhirnya sikap tersebut terus hilang dari dalam diri kita. Lebih lagi apabila sahabat kita juga mendoakan kita dalam sujudnya, manis bukan?

Dan yang terakhir, memberi dengan seikhlas hati dan menerima dengan penuh kesyukuran.

Berilah waktu, bantuan, dan telinga tanpa menunggu sebarang balasan dan menerimalah tanpa mengambil hati dan sebarang kesempatan.

Benar, keluarga yang kita perlu bantu pertama-pertama sekali, tetapi jika kawan juga memerlukan bantuan, bantulah selagi mampu.

Percayalah, kebaikan itu pasti datang, walaupun bukan disini tetapi, mungkin di sana kelak. Apabila keluarga tidak mampu memberi pertolongan, kawanlah yang kita boleh meminta pertolongan, tetapi jangan hanya dicari kawan itu ketika susah semata.

Ucapkan terima kasih dan hargai bantuan kawan tersebut. Sama- sama kita saling membantu, mungkin hari ini kita di atas, tetapi esok tiada siapa yang tahu.

Bersahabatlah kerana Allah, kerana Dialah yang bersifat Baqa’ (Kekal). Semoga persahabatan kita kekal hingga ke syurga. Aamiin.

Maklumat Penulis

Artikel ini ditulis oleh Wahidah Rosmizam. Merupakan pelajar tahun ketiga English for International Communication, IIUM Pagoh. Ikuti perkembangan beliau di Instagram @1nonlywahidah

Berminat menulis artikel? Anda inginkan supaya hasil penulisan anda diterbitkan dalam website iluvislam? Klik sini.

What do you think?

5 points
Upvote Downvote

Total votes: 7

Upvotes: 6

Upvotes percentage: 85.714286%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 14.285714%