,

Kisah Nabi Musa A.S dan Kekufuran Kaum Bani Israel


Kaum israel adalah kaum yang Allah beri banyak nikmat berbanding kaum lain.

Namun, mereka masih lagi tidak bersyukur dan sering pertikaikan dalam semua perkara.

Berulang kali mereka menyaksikan bukti-bukti keagungan Allah, tapi iman mereka masih lagi lemah disebakan sifat degil mereka.

Sesungguhnya, kaum tersebut berada dalam kesesatan yang nyata!

Antara nikmat yang Allah SWT bagi:

Nabi Musa menyelamatkan mereka dari firaun yang sangat kejam sewaktu mereka di mesir. Mereka berjaya keluar dari Mesir disebabkan peristiwa Nabi Musa membelah laut yang menyebabkan firaun dan tenteranya mati tenggelam di lautan.

Tapi mereka tidak bersyukur:

Sesampai mereka di seberang laut merah, mereka melihat sekelompok kaum yang menyembah berhala, lalu mereka minta kepada Nabi Musa untuk ada Tuhan seperti kaum tersebut.

Alangkah buruknya perangai kaum bani israel ini.

Tidak lama kemudian, mereka pula menyembah Tuhan baru berupa sapi yang diperbuat daripada emas yang digelar sebagai Samiri ketika Nabi Musa meninggalkan mereka selama 40 hari di sebuah padang pasir.

Lalu Nabi Musa menyuruh mereka bertaubat akan perbuatan mereka. Kemudian, mereka bertaubat.

Sesudah itu, mereka minta pula untuk melihat Allah secara terang-terangan. Akibatnya Allah murka, lalu disambar petir dan mati seketika lalu dihidupkan kembali agar mereka bersyukur atas nikmat ini.

Ada pula ketika mereka dalam perjalanan dipadang pasir yang sangat tandus, mereka meminta air dari Nabi Musa.

Maka Nabi Musa berdoa kepada Allah untuk kaumnya. Turunlah mukjizat apabila Nabi Musa memukul batu dengan tongkatnya, lalu memancarlah daripadanya 12 mata air.

Lantaran itu, mereka minta pula dari Nabi Musa makanan daripada langit untuk mereka makan. Lalu mohonlah Musa kepada Allah SWT kerana kasihnya terhadap kaumnya sendiri.

Termakbullah doa Nabi Musa, mereka mendapat makanan istimewa dari Allah “Manna Wa Salwa”.

Tidak beberapa lama kemudian, mereka merungut rindu akan makanan sewaktu ketika di Mesir dahulu berupa sayur-sayuran, buah-buahan dan kekacang.

Nabi Musa kembali menyuruh mereka untuk mensyukuri berbagai nikmat Allah yang telah tercurah kepada mereka.

Allah utus para Nabi dari kalangan mereka, semenjak Nabi Ibrahim. Allah berikan mereka kehidupan yang layak dengan mempunyai isteri, anak keturunan dan tempat tinggal.

Sehingga mereka layak dikatakan raja. Dan mereka diberi banyak hal yang tak diberikan kepada kaum lain dimasa mereka.

Kali ini, Nabi Musa menyuruh mereka memasuki Baitul Maqdis, negeri yang dijanjikan Allah untuk mereka. (Al Maidah: 20)

Akan tetapi, disebabkan sikap pengecut dan takut mereka apabila mereka dapati ada satu kaum lagi kuat, gagah dan perkasa menguasai kota itu, lalu mereka berdalih-dalih mencari seribu alasan tidak mahu memasuki kota itu.

Mereka berkata: “ Hai Musa, kami tidak akan sesekali memasuki kota itu selagi mereka ada didalamnya. Kerana itu, pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya akan duduk di sini sahaja.

Melihat sikap ini, lalu Nabi Musa menyerahkan urusannya kepada Allah SWT. Nabi Musa memohon pertolongan Allah sebab tak punya daya menghadapi kaumnya.

Maka Allah turunkan hukuman bagi kaum Bani Israel, tersesatlah mereka di padang pasir selama 40 tahun tanpa arah tuju.

Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ. قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ أَرْبَعِينَ سَنَةً يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ (المائدة: ٢٥-٢٦)

Artinya: “Berkata Musa, “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.” Allah berfirman, “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib)orang-orang yang fasik itu.” (QS Al Maidah: 25-26).

Imam Ibnu Katsir menceritakan dalam tafsirnya bahawa bani Israel tersesat selama 40 tahun. Mereka tidak dapat memasuki Palestin. Dalam masa itu pula banyak bani Israel yang meninggal dunia. Dan di masa itu juga Nabi Harun wafat, lalu disusul dengan wafatnya Nabi Musa. Semua rentetan kisah ini Allah abadikan dalam surat Al Maidah: 20-26.

Rujukan:

https://sippfm.com/kisah-dan-ibrah-9-nabi-musa-dan-kaum-bani-israil/

https://www.republika.co.id/berita/ppzto4313/kisah-bani-israil-selepas-ditenggelamkannya-firaun

QS Al-Maidah

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%